6 Kunci Membangun Personal Branding di Media Sosial

6 Kunci Membangun Personal Branding di Media Sosial

Media sosial bisa membuat seseorang eksis dan terkenal. Ya, ini kemudahan bagi siapa pun untuk mempresentasikan profil dirinya secara online. Namun kamu bisa memanfaatkan media sosial tidak saja untuk secara iseng atau eksis saja. Lebih jauh kamu bisa menggunakan untuk keperluan membangun citra diri yang bagus melalui Personal branding.

Terlambatlah jika saat ini baru mulai mem-branding dirimu? Tidak ada yang terlambat. Semua individu memiliki keunikan tersendiri, ya berbeda. Ciptakan kekhasanmu di media sosial. Hindari untuk menjadi orang lain atau meniru persis idolamu yang ada di media sosial. Kuncinya pada kata buatlah pembeda dengan akun media sosial lain, baik dari sisi person maupun konten.

Belakangan ini salah satu indikator penyaring calon pekerja adalah akun media sosial dan blog-nya. Dari sana pihak HRD, bisa dengan mudah mengecek karakter kandidat karyawannya. Maka berhati-hatilah dalam sharing posting status, sebab image dirimu melekat di akun media sosialmu.

Yuk, bangun citra diri positif dengan cara berikut ini. Berikut 6 kunci membangun personal branding.

Sebelumnya mari kita kenali apa itu personal branding. Personal branding, menurut Wikipedia diartikan sebagai praktik memasarkan diri dan karier sebagai brand. Pengertian brand bukan saja ditunjukan untuk produk/jasa. Nama manusia pun bisa di-branding. Namun, di balik nama perlu ada kejelasan nilai-nilai yang bermanfaat, seperti profesi atau apa pun yang ingin kamu tawarkan ke masyarakat.

Tiga hal yang perlu dipahami terkait branding; pertama, kejelasan (clarity), konsistensi (tetap pada image-nya), dan constancy (selalu ada di mana pun dibutuhkan) (Koran Sindo, 27 April 2010).

Contoh personal branding, misalnya, Sholeh yang dikenal di kampungnya, jago bermain gitar. Semenjak kenal YouTube, kemampuan menggunakan gitar ia abadikan menggunakan video yang secara rutin ia unggah. Channel YouTube ia beri nama Sholeh Bergitar. Jumlah subscriber dan penontonnya kian hari kian bertambah. Demikian cara Sholeh mem-branding dirinya.

Akibat efek konsistensi ‘bermain’ di YouTube, dia tidak saja dikenal melalui online, tetapi juga offline, hingga di rumah pun ia membuka kursus gitar secara permanen. Dari YouTube pun dia dikenal sebagai pemain gitar. Job pun datang terus. Sebagaian permainan gitar dan tutorialnya tetap diunggahnya untuk menambah subscriber. Selebihnya, dia tinggal menunggu monetasi videonya melalui Google Adsense.

 

  1. Membuat Konten yang Menarik dan Bermanfaat

Konten tetap prioritas nomor satu dibutuhkan di media sosial. Tentu saja konten-konten yang positif dan bermanfaat. Tanpa update konten yang rutin dan konsisten akun seseorang bisa dilupakan. Akun media sosial yang sepi dianggap teman atau follower-mu sebagai akun yang tidak aktif/pasif.

  1. Menggunakan Beberapa Platform Media Sosial

Jika belum, segera buat akun di semua platfom media media. Saat ini Instagram menempati urutan pertama akun media sosial berbasis visual gambar/image yang cukup popular. Disusul YouTube dan Facebook. Manfaatkan sebagai mana mestinya, misalnya untuk Instagram untuk menempatkan visual gambar/video. Sementara Facebook untuk update status artikel dan YouTube, untuk vlog (video blog). Twitter walaupun dipandang kian menurun popularitasnya, tetap saja perlu dimanfaatkan, setidaknya untuk backlink ke blog-mu.

  1. Menambahkan Teman atau Mem-follow akun Potensial

Ini yang pertama perlu kamu lakukan ketika baru memulai, menambah teman atau mem-follow akun potensial. Tujuannya menambah wawasan dan jaringan, ada baiknya mem-follow para influencer di setiap media sosial, hingga para profesional di bidangnya. Serap dan pelajari ilmunya dari setiap konten yang mereka bagikan karena dari situlah pandanganmu akan semakin terbuka.

  1. Gabung ke Beberapa Grup

Bergabung di setiap grup di platform media sosial yang berbeda-beda akan menambah ilmu dan banyak manfaat. Selain itu, jaringanmu akan bertambah dan orang akan pelahan mengenalmu jika kamu aktif berdiskusi sesuai pengalaman dan bidangmu. Dengan demikian, rezeki pun akan ikut menghampirimu, bukan?

  1. Konsisten dalam berkarya

Sharing-mu, Personal Branding muMembangun personal branding tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu waktu dan tenaga untuk membangun akun media sosialmu agar perlahan dikenal. Selama karya yang dihasilkan memberi manfaat ke banyak orang, sebanyak itu pula rezeki yang akan kamu dapatkan. Konsistenlah dalam berkarya dan memberi manfaat. Gunakan metode soft selling; banyak-banyak berbagi ilmu dan tuai efek sampingnya.

  1. Menjadi Diri Sendiri

Di media sosial, kamu bisa saja menampilkan hal-hal yang fake atau palsu dalam setiap posting-an, status, maupun profil yang kamu miliki.

Selengkapnya tip membangun personal branding bisa disimak dalam buku “Sharing-mu Personal Branding-mu”. Buku ini ditulis oleh co-founder Psikologi Indonesia.

 

 

 

 

foto dari Unsplash.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *