|
Catatan Harian Gadis Belia |
|
Written by Newsroom
|
|
Wednesday, 14 May 2008 |
Inilah
catatan harian terpenting dari seorang gadis belia di awal abad 20,
jauh ketika blog belum tercipta. Berbagai cerita hidup terawat lengkap
sejak usia 11 hingga 14,5 tahun dalam buku hariannya. Sigmund Freud,
seorang psikoanalis terkemuka mengapresiasi catatan hariannya bak
sebuah permata. "Lewat tulisan-tulisannya kita melihat demikian terang
dalam jiwa seorang gadis belia, dari kelas sosial dan kultur kita,
selama menjalani perkembangan masa puber," terang penulis Freud dalam
pengantar A Young Girl’s Diary.
Dalam versi Indonesia, buku ini diterbitkan
Visimedia Pustaka dengan judul serupa. Dan sebagai penghormatan pada
buku harian ini, Sigmund Freud memberikan kata pengantar.
Jejak sejarah kejiwaan seorang memang sangat mungkin disimak lewat
catatan hariannya. Lewat kisah-kisah yang tertuang dalam medium tulis,
karakter sosial dan psikis seseorang bisa dipelajari. Tak hanya itu,
pertumbuhan pemikiran, cara mencinta, hingga meluapkan ekspresi
emosinya pun bisa teraba. Catatan harian adalah salah satu bahan kajian
yang menarik bagi Freud. Sebab baginya, inilah salah satu cara untuk
mengenali seseorang.
Diary ini dibuka tentang sebuah kesepakatan antara Hella dan Grete.
Keduanya berjanji akan terus menulis catatan harian saat masuk SMP. Ini
adalah ide bagus dari dua orang anak yang beranjak remaja. Entah dari
mana ide ini muncul, yang jelas menulis lewat catatan harian bagi
mereka adalah hal yang menyenangkan. Walaupun sering kali kita
menemukan kalimat ini: rasa tidak mungkin menulis setiap hari. Namun,
Grete terus menulis dan melanjutkan kisah-kisahnya yang mengalir dan
apa adanya. Hal-hal detail dan sederhana selalu terjamah dalam
tulisan-tulisannya. Semisal, ia bercerita sehabis makan rasberi dan
gooseberrie, soal bahasa Czech yang menyebalkan, dan tentang
persabahatan, keluarga, dan cinta. Tentang kebosanan, kesedihan,
kebahagiaan, dan soal apapun yang ada dalam pikiran Grete.
Nah, seberapa menyenangkanlah membaca kisah-kisah itu? Jawabannya bisa kita temui dalam A Young Girl’s Diary, Catatan Harian Gadis Belia.
Anda pun bersiap menemui dunia Grete yang apa adanya, direntang usia
remaja. Maka, di satu sisi kita bisa mengambil hikmah dari catatan
harian Grete. Mungkin jika Grete hidup di era ini ia akan menuangkan
tulisan-tulisannya dalam sebuah situs ataupun blog.
|