|
Dibalik Fakta dan Fenomena Mimpi |
|
Ditulis Oleh Newsroom
|
|
Rabu, 18 Maret 2009 |
Mimpi bukan hanya bunga tidur. Ada pesan dan firasat tertentu dibalik
tabir mimpi. Terlebih lagi bagi orang yang hidup di sebelahan bumi
bagian Timur, mimpi menjadi perhatian khusus. Namun pelacakan misteri mimpi sebenarnya ada di berbagai wilayah, termasuk pada masa kenabian.
Dalam sejarah kenabian, seperti pada masa Ibrahim AS dan Muhammad SAW,
soal mimpi dibahas dalam beberapa kisah. Misalnya pada Surat Ass
Shaafaat (37 ayat 102) yang mengisahkan mimpi Ibrahim ketika diharuskan
menyembelih Ismail, putranya sendiri. Ada pula Surat Al Fath (48) ayat
27 mengenai mimpi Rasulullah SAW sebelum Perjanjian Hudaibiyah. Dan
tentang mimpi-mimpi Nabi Yusuf (12) ayat 43.
Di wilayah ilmu psikologi, mimpi juga diteliti secara serius mulai
tahun 1942. Misalnya pada tahun 40an dan 50an, sekitar 70.7 % mimpi
orang Amerika kebanyakan warna hitam dan putih. Pada 2001, sekitar 17%
orang yang bermimpi berwarna hitam-putih. Demikian tulisan Eric
Schwitzebel dalam artikel Do People Still Report Dreaming in Black and
White?
Pada kasus mimpi-mimpi tertentu--terutama dalam kepercayaan Jawa--
mimpi bisa diartikan sebaliknya. Misalnya, bila kamu mimpi buruk, pada
kehidupan nyata akan mengalami yang sebaliknya. Sebagai contoh,
bermimpi buang air besar atau berak, diartikan sebagai akan kehilangan
sesuatu atau mengalami musibah.
Selengkapnya soal fenomena dan fakta menarik soal mimpi dijelaskan pada
buku Tafsir 1.672 Mimpi (Tengok Arti Mimpimu). Dalam buku ini
dijelaskan pula fakta menarik soal orang buta juga bermimpi, mimpi
bayi, hubungan mimpi dengan mata, hubungan mimpi dengan emosi, dan
lainnya.
Tafsir 1.672 Mimpi dipersembahkan oleh Visimedia dan disusun oleh D. Raditya.
|