

| |
|
Rubrik ini
terbuka untuk umum. Siapa pun yang ingin bertanya masalah hukum, silakan e-mail ke
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|
Disclaimer: Tujuan Tanya Jawab Hukum hanya sebatas pengetahuan umum
dan tidak dianggap sebagai nasihat dari pakar hukum. Informasi yang
ditampilkan tidak bersifat rahasia. |
|
|
| |
|
|
|
75 Tanya Jawab Jual Beli Properti

Rp24 000
|
Tata Cara Mengurus HAKI

Rp24 000
|
Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat Kontrak

Rp46 000
|
Buku Pintar Perizinan dan Pengurusan Dokumen

Rp39 500
|
|
|
|
Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi Fisik Hingga Kudeta 66 |
|
Written by Newsroom
|
|
Wednesday, 11 June 2008 |
Sejarah memang milik penguasa. Namun kebenaran sejarah yang
sesungguhnya belum tentu milik penguasa. Sebab kebenaran sejarah bisa
dibelokkan sesuai keinginan politik sebuah rezim. Sebuah rezim bisa
dengan bebas membelokan fakta sejarah dan mengabarkan fakta palsu
kepada masyarakat. Nah, para pelaku sejarah yang berani membongkar
fakta-fakta yang tersembunyi inilah yang kita butuhkan. Seperti halnya
H. Maulwi Saelan, seorang wakil komandan Tjakrabirawa yang menuliskan
kesaksiannya dalam bukunya Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66.
Sebenarnya banyak fakta sejarah yang belum terungkap dan serba
tertutupi, terutama saat rezim Orde Baru berkuasa. Begitu rapinya,
hanya segelintir orang yang mengetahui fakta dan kebenaran yang
terjadi. Misalnya, berapa ratus orang tahanan politik (anggota PKI)
yang dibunuh tanpa diadili. Bagaimana sesungguhnya peralihan kekuasaan
pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto terjadi, hanya sedikit orang
yang tahu. Bagaimana pula nasib aktivis dan seniman Wiji Thukul yang
lenyap tak berjejak. Maka sebenarnya, penyembunyian ataupun
penyimpangan fakta sejarah yang sesungguhnya bisa menjadi preseden
buruk bagi sebuah bangsa. Dan ini seringkali terjadi di Indonesia.
Maka, buku semacam ini--Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66--yang berani
menyingkap kebenaran nyata sejarah sangat diperlukan oleh semua elemen
bangsa. Tak saja oleh para akademisi atau sejarahwan, tapi juga oleh
anak muda. Ingatlah "Jasmerah" (jangan lupakan sejarah), sebuah pesan
penting dari Bung Karno. Dan upaya pelurusan sejarah dalam buku
tersebut (dari pelaku sejarah Maulwi Saelan) memberikan sumbangan yang
besar bagi bangsa ini.
Menurut sejarahwan Dr Asvi Warman Adam dalam pengantar buku ini, Saelan
adalah seorang penjaga gawang kesebelasanIndonesia, pengawal
kemerdekaan Indonesia, pengawal presiden pertama, dan pengawal
pendidikan generasi muda. Nah, setelah kejatuhan Bung Karno, banyak
penangkapan orang-orang yang berpihak kepadanya. Termasuk Maulwi Saelan
yang dijebloskan ke tahanan beberapa tahun pada awal Orde Baru.
Keunggulan buku ini seperti yang disebutkan Dr Asvi Warman Adam karena
terlampirnya secara detail arsip dan dokumen penting, misalnya
inventaris barang-barang milik Soekarno berupa ratusan buku, bahkan
kekayaan di bank.Terdapat pula daftar obat yang dikonsumsi Bung Karno
(xii). Dalam daftar harta yang ditinggalkan begitu saja di Istana
Merdeka, terdapat banyak kemeja Arrow dan jam-jam Rolex, serta ada juga
emas batangan. Asvi mempertanyakan keberadaan harta yang ditinggalkan
begitu saja itu.
Dalam prakata buku ini, Maulwi Saelan, mengatakan, "Buku ini berkaitan
erat dengan revolusi fisik bangsa Indonesia hingga hari-hari terakhir
bersama Bung Karno, yang dipenuhi hujatan dan penghinaan semena-mena
oleh "para pahlawan Orde Baru." Dan tudingan kesalahan yang tidak
pernah dibuktikan secara hukum, Bung Karno ditumbangkan lewat
mengobarkan semangat kebencian atas dirinya. Tulis Maulwi Saelan pada
halaman xv.
Buku ini berisi kronik sejarah yang cukup lengkap dari saksi sejarah
Maulwi Saelan, wakil komandan Tjakrabirawa. Dibuka dengan biografi
pribadi Maulwi Saelan yang sarat dengan romantika sejak ia menggemari
sepak bola hingga ia terlibat revolusi fisik mengusir Belanda pasca
1945. Pendek kisah, pria kelahiran Makasar 1926 ini dipercaya menjadi
pengawal Bung Karno. Dan drama politik terbesar sepanjang sejarah
Indonesia pun tersimak jelas oleh Saelan sebagai seorang pengawal
Presiden Soekarno. Dalam buku ini juga diulas beragam kronologis
sejarah termasuk penyimpangan Supersemar oleh Soeharto.
Selain narasi yang mengalir, buku ini sarat dengan pendokumentasian
yang baik dari seorang Maulwi Saelan. Buku Kesaksian Wakil Komandan
Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66 ini diterbitkan oleh Visimedia Pustaka.
|
|
|