

| |
|
Rubrik ini
terbuka untuk umum. Siapa pun yang ingin bertanya masalah hukum, silakan e-mail ke
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|
Disclaimer: Tujuan Tanya Jawab Hukum hanya sebatas pengetahuan umum
dan tidak dianggap sebagai nasihat dari pakar hukum. Informasi yang
ditampilkan tidak bersifat rahasia. |
|
|
| |
|
|
|
Becoming Sniper

Rp32 500
|
Smart HRD

Rp19 000
|
Dahsyatnya Otak Tengah

Rp45 000
|
Membongkar Rahasia Hipnosis

Rp43 000
|
|
|
|
Membuka Rahasia Bisnis Tionghoa di Gramedia Summarecon |
|
Ditulis Oleh Newsroom
|
|
Senin, 22 Juni 2009 |
“Kata siapa keberuntungan orang Tionghoa sepenuhnya bergantung pada
Shio? Saya percaya kesuksesan bisnis lebih karena bekerja keras dan
ketekunan,” tuturnya.
Lantas, bagaimana awalnya seorang Joko Salim bisa menjadi seperti
sekarang ini? Bahkan, tidak sedikit orang yang bertanya padanya,
“Bagaimana cara untuk menjadi kaya?”
Pengalaman hidup semasa kecillah yang membentuk Joko Salim menjadi
seorang pengusaha dengan karakter yang sabar dan tekun. Semua itu
dirintisnya dengan sepenuh hati dan melalui proses yang lama.
Sekarang ini, banyak orang yang tidak sukses karena pola pengaturan
uang yang salah, misalnya untuk seorang karyawan yang naik gajinya maka
gaya hidupnya pun semakin meninggi, sehingga hidupnya selalu terlilit
hutang.
Joko juga menambahkan, selain itu banyak orang yang telah menabung,
tapi melupakan satu hal, yaitu memutarkan uangnya. Untuk masalah ini,
Joko mengulas dengan rinci di dalam bukunya.
Suasana talkshow semakin interaktif saat Joko menepis anggapan bahwa
orang Tionghoa katanya pelit. “Itu salah kaprah,” katanya. Orang
Tionghoa biasanya tidak konsumtif dan hidup hemat. Sifat hemat berbeda
dengan pelit, tambahnya.
Dalam hidup hemat, Joko sendiri sudah diajarkan makan sederhana oleh
keluarganya, ia bahkan baru makan besar ketika ada perayaan-perayaan
penting seperti Tahun Baru, dan sebagainya.
Pemikiran-pemikiran yang dilontarkan Joko mengundang beberapa
pertanyaan yang menarik bagi dirinya, di antaranya ada seorang
pengunjung yang bertanya bisnis apa sekarang yang sedang laku keras.
Untuk masalah ini, Joko memaparkan bahwa bisnis apa saja bisa
dijalankan asalkan berdasarkan kecocokan si pembisnis dan semua itu
berawal dari pola pikir pelaku bisnis.
Menurut Joko, ada bisnis yang dijalankan karena melihat pasaran yang
sedang laris, tapi ada juga yang berpandangan bahwa bisnis tidak harus
seperti itu, asal pengerjaannya harus tuntas.
“Seperti kita orang Tionghoa! Kita dibiasakan berbisnis dari hulu ke
hilir.” Selain itu, ketika semuanya sudah didapatkan, kita diajarkan
juga untuk memutarkan uang. Inilah yang paling penting yang diulas
dalam buku terbitan Visimedia.
Pemikiran-pemikiran itu dirangkum dan tertuang dalam bukunya. Terbukti,
dengan sikap dan pemahaman-pemahaman yang dibangun sejak kecil Joko
sukses bergelut dalam dunia usaha.
Sekarang ini ia aktif dalam mengelolah bisnis advertising dan sejumlah
dana investasi dalam bentuk valas, logam mulia, dan saham bendera
Bahtera Berkat Investment.
Selain ingin lebih mengakrabkan diri dalam talkshow-nya, Joko tak segan-segan berbagi tips dan trik berbisnis dan memutar uang.
|
|
|