penerbit buku pengembangan diri, karir, & profesi       -      penerbit buku pengembangan diri, karir, & profesi

   
 
 
 


 

Pesta Buku Jakarta


Book of the Month


Image


Search the full text of our books:



Rubrik ini terbuka untuk umum. Siapa pun yang ingin bertanya masalah hukum, silakan e-mail ke Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Disclaimer:
Tujuan Tanya Jawab Hukum hanya sebatas pengetahuan umum dan tidak dianggap sebagai nasihat dari pakar hukum. Informasi yang ditampilkan tidak bersifat rahasia.

 

Bookmark and Share
   

 
Buku Pintar Calon Anggota dan Anggota POLRI
 Buku Pintar Calon Anggota dan Anggota POLRI
Rp26 500

Bisnis Antibangkrut, Membongkar Rahasia Sukses Rumah Makan Padan
Bisnis Antibangkrut, Membongkar Rahasia Sukses Rumah Makan Padan
Rp18 500

Panduan Lengkap Membuat Surat Kuasa
Panduan Lengkap Membuat Surat Kuasa
Rp41 000

Proposal Tepat Bisnis Melesat
Proposal Tepat Bisnis Melesat
Rp25 000

Tanya Jawab Hukum

 

 







 
Menilik Kembali Praktik "Machiavellisme" di Tahun 66
Ditulis Oleh Newsroom   
Selasa, 21 Oktober 2008
ImageJatuhnya kekuasaan Bung Karno ke tangan Soeharto sebenarnya bagian dari praktik "Machiavellisme". Demikian sebuah pernyataan Manai Sophiaan (alm.) dalam buku Kehormatan Bagi yang Berhak. Sebagaimana kita ketahui "Machiavellisme" adalah konsep politik menghalalkan segala cara yang diadopsi dari buku Il Principe karya Niccolò Machiavelli.

Mantan Duta Besar RI untuk Uni Sovyet dan penanda tangan Petisi 50 ini melihat Bung Karno dijatuhkan dengan tuduhan terlibat Gerakan 30 September tanpa membuktian di pengadilan. Kudeta paksa berdarah bertameng Supersemar memang terjadi dibalik dukungan kekuatan Amerika Serikat. Manai Sophiaan menunjukan sebuah bukti dokumen dari Presiden Johnson Library yang dikirimkan dari temannya di Amerika; dokumen itu memuat keterlibatan Amerika dalam berbagai pergolakan di Indonesia, termasuk G30S/65 (hlm xxv).

Buku yang sempat menggemparkan rezim Orde Baru ini kembali diterbitkan lagi oleh Visimedia. Buku ini mengajak kita untuk kembali melihat sejarah gelap menjelang jatuhnya Bung Karno dalam kacamata seorang Manai Sophiaan. Dalam perjalanannya buku Kehormatan Bagi Yang Berhak mengalami sebuah perjalanan yang menarik. Tahun 1994, penguasa Orba sempat menjegal agar buku itu dihentikan dari peredaran. Memang tidak separah buku-buku Pramoedya Ananta Toer yang sempat dibakar dan dilenyapkan. Namun akhirnya secara sembunyi-sembunyi buku tersebut tetap disebarluaskan.

Misteri tumbangnya rezim Soekarno memang masih samar tertutupi. Hingga kini belum ada pernyataan tegas dari negara tentang penjelasan fakta sejarah yang sesungguhnya. Buku Kehormatan Bagi yang Berhak ini beranak judul Bung Karno Tidak Terlibat G30S/PKI,  coba mengurai kembali fakta-fakta sejarah dalam rekaman sosok Manai Sophiaan. Namun soal kudeta berdarah yang menelan korban ratusan manusia itu masih menarik untuk ditelusuri.

Seperti yang dikatakan Mochtar Pabotinggi dalam kata pengantar, buku ini ditulis dengan semangat pemeriksaan, transparansi, dan akuntablitas. Manai Sophiaan coba melawan pembusukan sejarah yang terlanjur keterusan.  Kebenaran sejarah harus ditegakan. Dan buku Kehormatan Bagi Yang Berhak memberikan gambaran nyata tentang kebusukan sejarah yang ditutup-tutupi.


 
< Sebelumnya   Berikutnya >

      


  VISI MEDIA
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur-Jagakarsa
Jakarta Selatan 12630
Phone: 021 788 83030
Fax: 021 727 0996