Niatan berbagai ilmu pengetahuan untuk memberi setitik pencerahan kepada orang lain lewat buku memang perlu terus disosialisasikan secara terbuka. Namun hal ini tak perlu dipaksakan tentunya. Nah, mungkin Anda pernah menyimak sebuah wasiat kuno dari negeri China: "buatlah buku maka kamu akan hidup seribu tahun." Wasiat abadi ini saya kutip dari esai berjudul Dicari Guru yang Penulis! yang ditulis Hikmat Kurnia, direktur Agromedia Group. Ya, memang jika kita mati dengan meninggalkan karya buku tentu akan terus dikenang dan diabadikan oleh sejarah, seperti halnya Plato ataupun Pramoedya Ananta Toer, bukan?
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Ada temuan menarik diakhir acara bengkel penulisan untuk guru di Malang yang diselenggarakan Sabtu, 14 Juni 2008. Ternyata bagi sebagian besar guru, soal menulis bukanlah hal yang sulit. Namun, untuk menembus penerbitan inilah yang susah. Banyak guru yang biasa menulis tapi belum paham soal dunia penerbitan serta cara "meraba" buku-buku yang diminati penerbit.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Sejarah memang milik penguasa. Namun kebenaran sejarah yang sesungguhnya belum tentu milik penguasa. Sebab kebenaran sejarah bisa dibelokkan sesuai keinginan politik sebuah rezim. Sebuah rezim bisa dengan bebas membelokan fakta sejarah dan mengabarkan fakta palsu kepada masyarakat. Nah, para pelaku sejarah yang berani membongkar fakta-fakta yang tersembunyi inilah yang kita butuhkan. Seperti halnya H. Maulwi Saelan, seorang wakil komandan Tjakrabirawa yang menuliskan kesaksiannya dalam bukunya Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Selain palmistri, ilmu pembacaan garis tangan yang cukup popular, ada pula grafologi yang tak kalah memikat. Bedanya, grafologi adalah ilmu menyibak rahasia kepribadian lewat medium tulisan tangan. Pertama kali grafologi diperkenalkan oleh Jean Michon di Perancis. Kiranya 1872, ilmu ini dikenalkan pada masyarakat hingga merebak di daratan Eropa. Pada perkembangannya grafologi masuk dalam kajian ilmu psikologi.
|
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
Pada hari Senin, 26 Mei 2008, markas redaksi Kelompok AgroMedia di Jl. H. Montong No. 57, “diserbu” serombongan mahasiswa plus dosen dari Jurusan Sejarah, Fasa, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. “Penyerbuan” kantor Montong tersebut bukan dalam rangka demo menuntut penurunan harga BBM. Lebih dari itu. Dari empat hari yang dijadwalkan mengunjungi tempat-tempat dan lembaga terkait dalam acara kulaih lapangan, seperti Perpustakaan Nasional, LIPI, TMII, mereka menyempatkan diri mengunjungi Montong selama lima jam. Mereka ingin tahu “dapur” penerbit dan berbagai hal yang berkaitan dengan penerbitan buku.

Direktur Kelompok AgroMedia, Hikmat Kurnia sedang memaparkan “Dunia
Penerbitan Buku di Indonesia” di depan mahasiswa Sejarah, Unpad. |
|
Read more...Baca lebih lengkap
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 19 - 24 of 41 |