

| |
|
Rubrik ini
terbuka untuk umum. Siapa pun yang ingin bertanya masalah hukum, silakan e-mail ke
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
|
Disclaimer: Tujuan Tanya Jawab Hukum hanya sebatas pengetahuan umum
dan tidak dianggap sebagai nasihat dari pakar hukum. Informasi yang
ditampilkan tidak bersifat rahasia. |
|
|
| |
|
|
|
Becoming Sniper

Rp32 500
|
Smart HRD

Rp19 000
|
Dahsyatnya Otak Tengah

Rp45 000
|
Membongkar Rahasia Hipnosis

Rp43 000
|
|
|
|
Penguasaan Empat Keterampilan dalam Bahasa Inggris |
|
Ditulis Oleh Newsroom
|
|
Rabu, 20 Januari 2010 |
Belajar
bahasa asing membutuhkan strategi tersendiri. Bagaimanakah langkah
dalam belajar Bahasa Inggris yang baik, berikut wawancara dengan
Stefhani Ridha Rahmawati, S.Pd, seorang pengajar bahasa Inggris dan
penulis buku Simple and Easy English for Business.
Lebih
dari sembilan tahun anak sekolah di Indonesia berjumpa dengan pelajaran
bahasa Inggris. Tetapi dalam praktik dan penerapannya mereka kurang
‘pede’ bahkan untuk melakukan percakapan dan menulis dengan baik
cenderung kurang mampu. Menurut Anda apa yang salah dengan sistem
pengajaran bahasa Inggris di Indonesia?
Saya melihat,
masih banyak teman-teman sesama pengajar yang memfokuskan pengajaran
Bahasa Inggrisnya pada penguasaan tenses saja. Siswa hanya diberikan
penjelasan mengenai rumus-rumus tenses, kemudian diminta untuk
mengerjakan latihan soal tanpa memberikan kesempatan kepada para siswa
tersebut untuk mempraktikkannya. Seharusnya, bahasa Inggris di ajarkan
secara integrated. Maksudnya adalah, kita mengajarkan 4 skill dalam
bahasa Inggris secara terpaut yakni Listening, Speaking, Reading dan
Writing. Dengan demikian, siswa akan bisa menerapkan penggunaan bahasa
Inggris dalam kehidupannya sehari-hari.
Misalnya: materi yang
diajarkan adalah tentang menceritakan masa lalu. Kita bisa persiapkan
kaset/CD yang di dalamnya terdapat percakapan tentang masa lalu seperti
sejarah atau masa kecil, kemudian diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan
seputar percakapan tersebut. Dengan demikian, siswa akan mencoba untuk
mendengarkan dan mendapatkat ide cerita dari kaset/CD yang diputar.
Setelah itu, kita bisa memberikan bacaan yang berkaitan dengan masa
lalu juga. Grammar Focus yang diajarkan adalah Simple Past Tense.
Berikan latihan-latihan soal seputar Simple Past Tense. Kegiatan
lanjutannya adalah, siswa diminta untuk maju satu per satu menceritakan
masa kecilnya, atau kenangan yang tak terlupakan pada saat berwisata
dan lain sebagainya, agar siswa bisa mempraktekkan langsung kegunaan
Simple Past Tense. Yang terakhir, bisa dilanjutkan dengan kegiatan
menulis. Tentu saja, contoh kegiatan di atas harus disesuaikan dengan
tingkat pendidikan siswa.
Betulkah
belajar Inggris yang terfokus pada kebutuhan praktis, misalnya
‘English for Business’, ‘for Tourism’, terasa lebih mudah dipelajari
dibandingkan cara belajar menghafal tenses?
Bukan lebih
mudah atau lebih susah sebenarnya. Mereka yang mempelajari “English for
Specific Purposes” baik untuk bisnis, pariwisata, sekretaris dan
sebagainya, biasanya sudah memiliki dasar-dasar pemahaman tenses yang
bagus jika dibandingkan dengan pemula. Belajar tenses secara monoton
rasanya akan membosankan, maka cara-cara seperti nomer satu perlu
diterapkan.
Apakah media televisi dan film bisa jadi alat yang efektif untuk anak belajar bahasa Inggris? Tentu, jika materinya tepat dan dalam pengawasan orang tua (maaf: kadangkala, kata-kata umpatan dijumpai dalam film khan…)
Percakapan bahasa Inggris sehari-hari terutama di dunia bisnis, unsur “formalitas” seperti grammar apakah bisa diabaikan?
Sebenarnya
saya bingung dengan kata formalitas disini. Hmmm…apakah grammar
berhubungan dengan formalitas? Grammar atau dalam hal ini penggunaan
tenses, adalah dasar yang harus kita kuasai jika kita mempelajari
Bahasa Inggris. Jadi, penggunaan tenses tentunya tidak bisa diabaikan,
akan tetapi kita bisa mempermanis kalimat kita sehingga tidak terkesan
berbicara seperti robot. Misalnya, jika seseorang bertanya: Are you
tired? Daripada menjawab dengan Yes, I am atau No, I am not, anda bisa
mengatakan Yes, I am dog tired. Bagaimana etika berbahasa dalam pergaulan di dunia bisnis?
Etika berbahasa dalam pergaulan di dunia bisnis, menurut saya: 1. Pergunakan kata-kata yang sopan 2.
Jangan menyela pembicaraan orang lain, jika harus menyela, gunakan
kata-kata yang sopan seperti: sorry for interrupting, atau excuse
me…dan sebagainya 3. Keep your eye contact 4. Jika mempunyai
pendapat yang berbeda dengan orang lain dan anda tidak setuju, gunakan
pilihan kata yang ‘menyejukkan’ seperti I am afraid, I have different
opinion… dan sebagainya. Dalam praktiknya, belajar bahasa Inggris terapan seperti ‘English for Bussines’, misalnya, membutuhkan waktu berapa lama?
Susah
untuk diprediksi, semuanya tergantung kemampuan awal si pembelajar dan
kemauannya untuk belajar. Di beberapa tempat kursus bahasa Inggris,
untuk satu paket pembelajaran, misalnya English for Business, setiap
level ditempuh dalam waktu tiga bulan. Terdapat tiga sampai empat level
dalam satu paket.
Apa saja kunci belajar Inggris untuk keperluan bisnis? Bagaimana memulainya?
Motivasi
dan ketekunan. Mulailah dengan menggunakan kalimat-kalimat singkat
dalam bahasa Inggris sehari-hari. Jangan malu membuat kesalahan dalam
kalimat dan gunakan kesempatan sebaik-baiknya. Jika kesempatan kita
berbicara bahasa Inggris hanya di kantor, ya pergunakan dengan baik.
Intinya: praktekkan.
Apa saja strategi cara belajar bahasa Inggris yang diberikan dalam buku Simple & Easy?
Buku
Simple and Easy ini adalah buku bahasa Inggris yang lebih difokuskan
pada Listening dan Speaking disertai CD. Contoh diberikan dalam
percakapan dalam berbagai situasi. Dengan demikian, kita bisa menambah
kosakata, pengucapan kata-kata dalam Bahasa Inggris, sekaligus
mempelajari tensesnya. Sekali lagi, tenses sangatlah penting, karena
tenses merupakan dasar kita mempelajari Bahasa Inggris.
|
|
|