Cara Persiapan Fisik dan Mental Menghadapi Psikotes

Cara Persiapan Fisik dan Mental Menghadapi Psikotes

Psikotes dikenal sebagai tes yang penuh tekanan. Ya, tes ini dilakukan dalam waktu enam jam dengan berbagai tipe yang diujikan. Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan kognitif dan psikis calon karyawan atau mahasiswa, psikotes kerap kali digunakan sebagai “alat seleksi” masuk kuliah, pengajuan beasiswa, serta tes lowongan kerja di berbagai instasi swasta dan negara. Oleh karena itu, untuk bisa menempuh psikotes butuh kondisi fisik dan psikis yang prima.

 

Nah, berikut ini persiapan fisik dan mental dalam menghadapi psikotes.

 

  1. Selain dikenal sebagai tes penuh tekanan, psikotes terkadang bisa membuat peserta tes gugup, terutama ketika jarak antara pengumuman dan waktu pelaksanaan tes begitu pendek. Bagaimana menghadapi hal ini? Tanamkan dalam pikiran bawah sadarmu, kamu bisa dan siap melewati tes ini kapan pun.

 

  1. Kenali materi soal yang biasa diujikan dalam psikotes.

Tes kecerdasan dasar dan tes kepribadian adalah tes yang diujikan dalam psikotes. Ada empat topik yang diujikan dalam psikotes, meliputi:

  • Tes Kecerdasan Verbal

Contohnya: tes sinonim, tes antonim, tes analogi, tes klasifikasi kata, dan tes pemahaman wacana.

  • Tes Kecerdasan Numerik

Contohnya: tes kecepatan berhitung, tes deret hitung, tes aritmatika, tes aljabar, tes angka berpola, tes Pauli Kraepelin

  • Tes Penalaran dan Intelektual

Contohnya: tes penalaran logis, tes penalaran analitis, tes penalaran visual, tes konsentrasi, tes ketelitian, dan tes mengingat.

  • Tes Gambar dan Kepribadian

Contohnya: tes Wartegg, tes menggambar orang, tes menggambar pohon, HTP test, dan tes kepribadian diri.

 

  1. Setelah mengenali materi yang diujikan, berlatih membaca modul-modul psikotes beserta latihan soalnya. Tanpa melakukan hal ini kamu akan kesulitan menjawabnya ketika tes diujikan. Luangkan waktu 30-60 menit dalam sehari untuk belajar tipikal aneka tes kecerdasan.

 

  1. Mulailah belajar dari jenis soal yang masih asing atau kamu merasa lemah di bagian itu. Setidaknya, kamu perlu 1-2 bulan untuk fokus dan intens belajar ragam soal psikotes.

 

  1. Olahraga

Ingat! Dalam psikotes, kamu akan banyak duduk dan menulis jawaban-jawaban dalam waktu yang lama. Bahu, leher, tangan, pinggang, dan kakimu akan pegal jika tidak dilatih gerakan olahraga.

 

  1. Belajar rileks dengan meditasi

Biasakan meditasi selama 5–10 menit setiap pagi. Dengan meditasi, kamu akan dikondisikan untuk belajar menenangkan diri dan merelaksasi otot, tubuh, dan pikiran.

  1. Hindari tidur larut pada malam menjelang tes.
  2. Hindari tidak sarapan saat akan menjalani tes.
  3. Datang ke lokasi tes maksimal 30 menit menjelang tes.

 

Nah, demikian gambaran persiapan fisik dan mental menghadapi psikotes. Sebagai referensi, buku “All Fresh Big Babon Psikotes” bisa menemanimu untuk belajar tipe-tipe soal paling sering muncul dan terbaru. Buku terbitan Visimedia ini memiliki ketebalan 518 halaman. Buku yang disusun oleh Tim Psikosmart berisi modul psikotes verbal, modul psikotes numerik, modul psikotes penalaran, dan modul psikotes analisis gambar.

Berbagai simulasi psikotes seperti simulasi psikotes masuk perguruan tinggi, simulasi psikotes pascasarjana, simulasi psikotes beasiswa, simulasi psikotes CPNS & BUMN, simulasi psikotes kerja, serta simulasi TPA OTO Bappenas lengkap tersedia dalam buku ini.

Yuk, persiapkan diri jauh-jauh hari untuk berlatih menghadapi psikotes!

 

 

foto: unsplash.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *