Sukses Meniti Karier sebagai Advokat

Sukses Meniti Karier sebagai Advokat

Seperti halnya pada profesi lain, untuk bisa menjalani profesi sebagai seorang advokat tentunya membutuhkan proses panjang. Selain mendalami teori hukum, pengalaman dan jam terbang pun perlu dialami. Langkah awal berkarier sebagai seseorang advokat harus memiliki latar belakang pendidikan atau sarjana hukum, mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), telah lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) yang diselenggarakan oleh organisasi advokat, kemudian telah melaksanakan magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus-menerus di kantor advokat.

Di wilayah penegakan hukum, peran dan fungsi advokat sebagai profesi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab menjadi sama pentingnya dengan penegak hukum lain seperti kepolisian  dan kejaksaan. Hal ini disebutkan dalam Penjelasan UU No. 18 tahun 2003 tentang Advokat.

Jasa hukum seorang advokat meliputi jasa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan klien berdasarkan peratuan perundang-undangan. Dalam mewakili dan mendampingi kliennya, seorang advokat harus memegang surat kuasa khusus yang merinci tindakan-tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh seorang advokat sebagai penerima kuasa.

Untuk meniti karier sebagai advokat, almarhum pengacara ternama Indonesia, Adnan Buyung Nasution, menyarankan agar para mahasiswa hukum tidak saja bergelut dengan teori hukum, tetapi perlu sering terjun ke lapangan, bertemu berbagai masalah hukum, mengasah kemampuan bahasa Inggris, serta belajar menulis menjadi bagian yang tak terlelakkan.

Kiat Sukses Ujian Advokat

Berikut tip-tip menghadapi ujian profesi advokat (UPA), antara lain:

  1. Sebelum Ujian

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan oleh para peserta ujian profesi advokat sebelum menjalani ujian, antara lain:

a. Tip belajar menghadapi ujian:

  • Belajar minimal dua bulan sebelum menghadapi ujian (hindari sistem kebut semalam);
  • Buat target setiap minggu untuk menguasai setiap bidang pelajaran;
  • Setelah belajar, mintalah teman untuk mengetes kemampuan Anda dalam menjawab soal;
  • Hafalkan kerangka atau komponen penting yang harus ada dalam surat kuasa khusus dan gugatan;
  • Cobalah untuk latihan sendiri membuat surat kuasa khusus dan gugatan kurang dari 50 menit.

b. Pada saat pendaftaran ujian pastikan Anda membawa:

  • Formulir yang telah diisi lengkap (dapat diunduh dari websiteco.id);
  • Bukti pembayaran biaya pendaftaran asli dan fotokopinya.
  • Fotokopi KTP atau paspor yang masih berlaku;
  • Pasfoto ukuran 3×4 sebanyak empat lembar (latar belakang merah atau biru);
  • Sertifikat PKPA asli dan fotokopinya; dan
  • Alat tulis.

c. Setelah mengetahui lokasi ujian, sebaiknya Anda mengecek tempat pelaksanaan ujian profesi advokat beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian agar dapat memperhitungkan waktu dan jarak yang akan ditempuh di hari pelaksanaan ujian.

d. Siapkan alat tulis berupa pensil 2B minimum dua buah (untuk cadangan), pulpen dua buah, penghapus, tip ex (cairan penghapus tinta), dan papan jalan.

e. Siapkan KTP asli dan kartu ujian untuk dibawa saat ujian.

f. Jangan panik saat menghadapi ujian. Baca soal ujian pilihan ganda dengan teliti dan hati-hati.

 

2. Hari Pelaksanaan Ujian

a. Datanglah 1,5 jam lebih awal dari waktu pelaksanaan ujian karena Anda membutuhkan waktu untuk mengetahui di kelas mana Anda akan melaksanakan ujian.

b. Disarankan sarapan terlebih dahulu demi menjaga konsentrasi karena ujian akan memakan waktu kurang lebih lima jam.

c. Membaca doa sebelum menghadapi ujian.

d. Pastikan kolom identitas telah diisi seluruhnya.

e. Baca soal dengan hati-hati.

f. Bila ada soal pilihan ganda yang dianggap susah, jangan terpaku pada soal tersebut, baca soal berikutnya yang dianggap lebih mudah.

g. Hindari berbicara dengan orang sekitar karena dikhawatirkan akan dicatat oleh panitia pengawas ujian profesi advokat ke dalam berita acara, sehingga Anda dianggap melakukan pelanggaran saat ujian.

h. Menghadapi soal esai (biasanya diberikan alternatif untuk memilih antara mengerjakan soal gugatan perdata atau arbitrase).

  • Baca soal esai dengan hati-hati dan carilah beberapa hal sebagai berikut:
  1. Tentukan obyek gugatan (wanpretasi atau PMH); dan
  2. Tentukan akan diajukan ke mana gugatan tersebut.
  • Tentukan siapa yang dirugikan (penggugat).
  • Tentukan siapa yang menjadi pihak tergugat.
  • Tentukan berapa besar kerugian.

i. Kerjakan soal esai secepat mungkin dan berpatokan dengan komponen yang harus ada dalam surat kuasa khusus dan gugatan.

j. Berdoalah setelah ujian selesai dikerjakan.

3. Setelah Ujian.

a. Cari tahu tentang berapa lama ujian profesi advokat akan diumumkan.

b. Mulailah mencari tempat magang.

c. Pastikan Anda tetap memegang kartu ujian untuk mengambil hasil kelulusan Anda di kantor PERADI

f. Selalu berdoa hingga hasil ujian diumumkan.

 

Kutipan kiat sukses menghadapi ujian advokat di atas diambil dari buku “Strategi Sukses Ujian Profesi Advokat”. Buku yang diterbitkan Visimedia Pustaka ini disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan terbaru, termasuk berisi soal-soal terbaru dan terlengkap. Buku ini juga dilengkapi Kode Etik Advokat, UU Advokat, Peraturan Peradi tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat, plus simulasi soal. Persiapkan diri Anda menghadapi Ujian Profesi Advokat (UPA) dengan latihan soal melalui buku ini dan raihlah kesuksesan sebagai seorang advokat!

—-

Foto: unsplash.com

 

 

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *