Enam Cara Menghadapi Anak Kecanduan Gagdet

Enam Cara Menghadapi Anak Kecanduan Gagdet

Anak kecanduan gadget, ini masalah bersama yang dihadapi kebanyakan orangtua masa kini. Sebagian besar orangtua pusing tujuh keliling mencari solusi akibat banyaknya aktivitas anak yang tersita hanya untuk bermain gadget.

Orangtua dapat mengetahui apakah anaknya telah kecanduan gadget atau tidak, dapat dilihat dari perilaku anak itu sendiri. Berikut ini ciri-ciri anak yang kecanduan gadget.

  • Penggunaan gadget secara terus-menerus disertai kurangnya minat untuk bersosialisasi.
  • Menghabiskan waktu lebih dari 2 (dua) jam untuk menggunakan gadget.
  • Melakukan protes atas segala pembatasan dan aturan soal gadget.
  • Tidak dapat melewatkan waktu sehari pun tanpa gadget.
  • Selalu minta diberikan gadget. Jika tidak diberi, anak akan mengamuk.
  • Tidak mau beraktivitas di luar rumah. Misalnya, bersikeras minta pulang cepat agar bisa bermain game di rumah.
  • Menolak melakukan rutinitas sehari-hari dan lebih memilih bermain gadget, seperti tidak mau disuruh orangtua untuk tidur atau mandi.

Memang tidak mudah menghadapi anak-anak yang sudah kecanduan gadget. Tidak bisa instan cara mengatasinya. Ya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, beberapa langkah berikut mungkin bisa dicoba dan cocok dengan karakter buah hati Anda.

  1. Mulai dari Orangtua

Saat Anda berada di rumah, berikanlah contoh kepada anak bahwa Anda tidak berlama-lama memegang gadget. Biasakan atau sembunyikan handphone Anda sebelum masuk ke rumah. Anak akan lebih mudah menerima contoh dibandingkan menerima daftar larangan dan peraturan-peraturan dari orangtuanya.

  1. Perlahan mengurangi durasi bermain gadget.

Untuk mencabut langsung peraturan tidak boleh bermain gadget mungkin sangat ekstrim. Langkah mencabut perlahan bisa dicoba, misalnya dengan memberikan batasan waktu atau memberi jadwal bermain gadget. Berikan kesibukan lain seperti aktivitas fisik, berenang, bersepeda, atau main di luar rumah. Karena pada dasarnya minimnya kegiatan fisik anak menyebabkan dia memilih bermain gadget.

  1. Berdiskusi bahaya kecanduan gadget

Tentu saja tidak semua usia anak bisa diajak berdiskusi soal ini. Untuk anak usia 9 tahun ke atas, diskusi bahaya kecanduan gadget perlu kita coba. Misalnya, dengan mengaitkan pelajaran IPA soal tubuh manusia; bahwa mata dan tubuh tidak bisa “menerima” jika terus-menerus diajak memegang handphone atau duduk berlama-lama menghadapi komputer. Diskusikan pula bahwa gadget pun butuh istirahat. Mata dan tubuh anak butuh istirahat, demikian pula gadget. Gagdet perlu didinginkan agar tidak rusak, sebab ada kasus baterai gadget atau laptop yang terlalu panas bisa meledak.

  1. Mendampingi Anak saat bermain Gadget

Beri tahulah kepada anak bahwa saat terhubung ke internet perlu hati-hati. Etika bermain gadget perlu disampaikan. Jangan lupa fitur control parenting di Android/IOS perlu diaktifkan.

Menerapkan aturan di atas tidak bisa sehari-dua hari. Kebiasaan yang sudah berkarat menjadi candu, kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 40 hari jika dilakukan secara rutin. Membentuk kebiasaan baru butuh waktu dan kerja sama dengan anak dan lingkungan di sekitar Anda.

  1. Tetapkan Wilayah Bebas Gagdet

Buat peraturan tidak boleh menggunakan gadget di tempat-tempat tertentu, misalnya di meja makan, kamar tidur, dan mobil.

  1. Ajarkan Anak tentang Pentingnya Menahan Diri

Pastikan untuk memberikan pujian anak ketika dia berhasil menahan diri untuk tidak bermain gadget dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Jangan biarkan anak-anak Anda dilepas bebas menggunakan gadget tanpa kontrol penuh dari orangtua. Tip di atas dikutip dari buku “Didiklah Anak Sesuai Zamannya”. Buku ini disusun oleh Dee Motivasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto dari Unsplash

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *