“Om Telolet Om“ dan Para Perempuan yang Menjemput Jodoh

“Om Telolet Om“ dan Para Perempuan yang Menjemput Jodoh

Anak-anak dan para ABG berderet di pinggir jalan meminta sopir-sopir bis yang lewat membunyikan klakson. Ada yang teriak dan ada yang menuliskan pesan lewat kertas karton,“Om Telolet Om.” Jika klakson dibunyi mereka bersorak gembira. Fenomena ini sempat viral beberapa bulan lalu tidak saja di Indonesia, namun dunia.

 

Lalu apa hubungannya ta’aruf dengan “om telolet om”?

 

Ini sekadar perumpaan saja. Kertas yang ditulis anak-anak tadi ibarat:

 

  1. Sebuah “proposal ta’aruf” yang diajukan kepada ustaz/ustazah, sehingga ustaz/ustazah tahu bahwa kamu sedang mencari atau minta dicarikan jodoh.

 

  1. Sebuah perkataan anak gadis kepada ayahnya, “Yah, aku kok kagum sama pemuda itu, dia kelihatan saleh, pintar, baik, dan ganteng. Jodohin aku sama dia dong, Yah? Hehe..”

 

  1. Atau sebuah usaha melalui seorang teman yang dikenal dengan baik, dia sangat senang dengan kehidupan temannya tersebut, terlihat damai keluarganya, tida ada masalah. Lalu, dia meminta tolong kepada sahabatnya tadi, “Tolonglah mungkin ada teman suamimu yang mau ta’aruf sama aku, siapa tahu jalan jodohku datang melalui perantaramu.”

 

Barangkali sebagian besar perempuan akan malu atau tidak berani jika memiliki kemauan mengutarakan niatnya mendahului pihak laki-laki.

 

Tidak ada yang hina dalam meminta dinikahi laki-laki saleh. Ingat, Rasulullah SAW pernah dua kali diminta oleh perempuan. Keduanya perempuan mulia. Pernikahan adalah dambaan dalam dada setiap perempuan. Bukankah lebih baik diungkapkan kepada ayah wali, ustazah, atau sahabatmu dari para disimpan sampai dia mengirim surat undangan?

 

Ingat kisah sahabat mulai Umar bin Khattab yang menawarkan putrinya, Hafshah kepada sahabat-sahabatnya yang mulia? Hafshah adalah putri Umar yang menjanda akibat ditinggal suaminya, Khunais dalam perang Badar. Umar sangat sedih dan berinisiatif mencarikan jodoh Hafshah. Hafshah tergolong masih muda.

 

Cara Umar bin Khattab “menawarkan” putrinya kepada sahabatnya merupakan cara untuk menjaga kehormatan putrinya. Bukan tanpa kendala, bahkan penolakan dari Ustman dan Abu Bakar AsySiddiq. Akibatnya Umar sakit hati dan mengadukannya kepada Rasulullah SAW. Rasulullah lalu menghiburnya, “Hafshah akan menikah dengan laki-laki yang lebih baik dari Ustman, sedangkan Ustman akan menikah dengan perempuan yang lebih baik dari Hafshah.”

Umar agak bingung dengan perkataan Rasulullah. Namun tidak lama kemudian ternyata Rasulullah-lah yang meminang Hafshah dengan mahar 400 dirham. Sementara Ustman bin ‘Affan menikah dengan putri Rasulullah, yaitu Ummu Kulsum.

 

jodoh selalu datang tepat waktuKutipan kisah di atas diambil dari buku “Jodoh Selalu Datang Tepat Waktu”. Buku yang ditulis oleh Nurul Taufiqoh, founder akun @hatiyangmenanti di Instagram ini berisi kisah-kisah inspirasi Islami dan kisah-kisah sejati tentang orang-orang yang berjuang dalam menjemput jodoh, berdasarkan kisah nyata.

 

 

 

 

 

 

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *