Shopping Cart

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Blog

Membuka Rahasia Bisnis Tionghoa di Gramedia Summarecon

Joko Salim (Liem Yoe Tjwan) tersenyum hangat saat menyapa para pengunjung di Gramedia Summarecon, Sabtu (20/6). Tampil dengan kemeja putih yang sederhana, ia mencoba mengajak pengunjung berbincang-bincang santai dalam talkshow bukunya Mengikuti Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa.

“Kata siapa keberuntungan orang Tionghoa sepenuhnya bergantung pada Shio? Saya percaya kesuksesan bisnis lebih karena bekerja keras dan ketekunan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana awalnya seorang Joko Salim bisa menjadi seperti sekarang ini? Bahkan, tidak sedikit orang yang bertanya padanya, “Bagaimana cara untuk menjadi kaya?”

Pengalaman hidup semasa kecillah yang membentuk Joko Salim menjadi seorang pengusaha dengan karakter yang sabar dan tekun. Semua itu dirintisnya dengan sepenuh hati dan melalui proses yang lama.

Sekarang ini, banyak orang yang tidak sukses karena pola pengaturan uang yang salah, misalnya untuk seorang karyawan yang naik gajinya maka gaya hidupnya pun semakin meninggi, sehingga hidupnya selalu terlilit hutang.

Joko juga menambahkan, selain itu banyak orang yang telah menabung, tapi melupakan satu hal, yaitu memutarkan uangnya. Untuk masalah ini, Joko mengulas dengan rinci di dalam bukunya.

Suasana talkshow semakin interaktif saat Joko menepis anggapan bahwa orang Tionghoa katanya pelit. “Itu salah kaprah,” katanya. Orang Tionghoa biasanya tidak konsumtif dan hidup hemat. Sifat hemat berbeda dengan pelit, tambahnya.

Dalam hidup hemat, Joko sendiri sudah diajarkan makan sederhana oleh keluarganya, ia bahkan baru makan besar ketika ada perayaan-perayaan penting seperti Tahun Baru, dan sebagainya.

Pemikiran-pemikiran yang dilontarkan Joko mengundang beberapa pertanyaan yang menarik bagi dirinya, di antaranya ada seorang pengunjung yang bertanya bisnis apa sekarang yang sedang laku keras.

Untuk masalah ini, Joko memaparkan bahwa bisnis apa saja bisa dijalankan asalkan berdasarkan kecocokan si pembisnis dan semua itu berawal dari pola pikir pelaku bisnis.

Menurut Joko, ada bisnis yang dijalankan karena melihat pasaran yang sedang laris, tapi ada juga yang berpandangan bahwa bisnis tidak harus seperti itu, asal pengerjaannya harus tuntas.

“Seperti kita orang Tionghoa! Kita dibiasakan berbisnis dari hulu ke hilir.” Selain itu, ketika semuanya sudah didapatkan, kita diajarkan juga untuk memutarkan uang. Inilah yang paling penting yang diulas dalam buku terbitan Visimedia.

Pemikiran-pemikiran itu dirangkum dan tertuang dalam bukunya. Terbukti, dengan sikap dan pemahaman-pemahaman yang dibangun sejak kecil Joko sukses bergelut dalam dunia usaha.

Sekarang ini ia aktif dalam mengelolah bisnis advertising dan sejumlah dana investasi dalam bentuk valas, logam mulia, dan saham bendera Bahtera Berkat Investment.

Selain ingin lebih mengakrabkan diri dalam talkshow-nya, Joko tak segan-segan berbagi tips dan trik berbisnis dan memutar uang.

Bookmark and Share

Write a Reply or Comment