Shopping Cart

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Blog

Suatu Ketika di Saat Manusia Alpa

ketika-tuhan-ditidurkan

ketika-tuhan-ditidurkanTak selamanya harapan bisa berjalan beriringan dengan kenyataan. Dan sudah sewajarnya jika manusia mengharapkan semua impiannya bisa terwujud. Namun dalam perjalanannya…

terkadang manusia begitu terlena untuk menggapai semua. Melupakan hal-hal sederhana namun sesungguhnya wajib untuk dijalankan.

 

Ya, manusia memang merupakan mahluk yang paling tinggi derajatnya dibanding mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Sayangnya, terkadang manusia terlalu ‘asyik’ dengan segala pencapaian-pencapaian mereka.

Mereka bisa berbahagia ketika semua impiannya tercapai. Namun tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan. Mereka begitu menggebu dan berkeyakinan penuh dengan pencapaian, tetapi mereka tidak siap dengan kegagalan.

Tidak bisa disangsikan, kegagalan dalam hal apa pun mampu membuat manusia terpuruk. Bahkan tidak jarang di antara mereka yang menjadi stress karenanya. Membuat orang lain yang mendengar terheran-heran.

Sebuah kesuksesan mungkin bisa menginspirasi. Begitu pun dengan kegagalan, mampu membuat seseorang berpikir dan berkaca.

TuhanKetika Tuhan Ditidurkan membuka mata hati kita untuk sejenak berpikir tentang kehidupan. Tepatnya, tentang kegagalan. Buku yang ditulis oleh Moelyonov Abdul Djalil ini mengajak kita untuk merenung tentang kealpaan terhadap Tuhan.

Seperti yang ditulis Drs. Ester Sukarsi, MM., dalam testimoninya, “Kehidupan telah menyediakan guru yang selalu membimbing dan memberikan begitu banyak kesempatan untuk belajar, mengerti, memperbaiki diri, dan berkembang. Hidup ini tidak pasti, kadang kita menang, kadang kita kalah. Dengan membaca kisah dalam buku ini, ada banyak kekuatan dahsyat yang membuat kita mampu menyelamatkan diri dari begitu banyak kesakitan dan kegagalan yang tidak perlu.”

Seperti itulah sekiranya kisah kegagalan dalam buku ini. Meski demikian, tidak akan membuat kening Anda berkerut saat membacanya karena gaya bertutur yang ditulis begitu sederhana, ‘nyentil’, dan tepat sasaran.

Buku terbitan VisiMedia ini begitu menginspirasi kita untuk menjalani hidup lebih dengan lebih baik lagi. Selamat membaca!

Write a Reply or Comment